Jumat, 26 April 2013

suka, duka,


 Hari ini aku bosen banget dirumah, pengennya sih tidur-tiduran aja, habis capek banget setelah tiga hari kemarin dari tanggal 22-24 aku dan teman-teman melaksanakan Ujian Nasional yang GOKIL SANGAT. SERU ABIZ. Dan  gak bakalan kita lupain seumur hidup. Gimana tidak, baru kali ini aku ngerasain UN yang beda dari yang biasanya, BEDA DARI YANG LAIN.
               
UN kali ini AMAZING SANGAT,  gini ceritanya.. aku dan teman-teman melaksanakan UN dengan paket B (untuk SMP) kenapa pake paket? Jangan salah.. kita bukan orang oon, kita bukan orang bodoh, tapi ini karena kurikulum sekolah ku yang berbeda dari kurikulum biasanya. Sekolahku menggunakan kurikulum islam yang sebenarnya gak ada yang namanya UN-UNan, namun agar kita menyesuaikan dengan sekolah-sekolah lain, dan karena kritikan dari beberapa ortu murid, jadilah kita ada UN. -. (menyebalkan) padahal banyak lho, orang-orang yang bisa kuliah di luar negri tanpa harus UN.

 Serius, kita sangat takut, apalagi banyak pelajaran-pelajaran yang belum kita pelajari dan mengerti. Betulan, kita stress. Parahnya, seminggu sebelum hari H, kita baru latihan soal-soal buat UN,  seminggu  tanpa istirahat, pagi-siang–sore-malam kita dicekoki  jutaan soal-soal, dari berbagai buku (focus UN, sukses UN, detik-detik UN, dan latihan-latihan lainnya) dari yang tebal hingga yang tipis, hingga tidurpun ditemani dengan puluhan kerta-kertas latihan yang selalu menghantui (baca:lebay) ingin tereak rasanya “kepala gw panas!!! Gw stress!!” tapi, apa daya, sestres apapun kepala gw, UN ini gak bakalan bisa ditunda. Gw hanya bisa berdo’a  “ya allah bantulah hamba” doa ini gak bakalan gw lupain disetiap sholat lima waktu, tahajjud, dhuha, dan hajat lalu gw banyak-banyakin istigfar mohon ampun.
                
Tanpa terasa, besok sudah hari senin. AAAAA!!! Kita semakin ketakutan.  Katanyasih kita besok UN b.indo dan PKN, waduh, mana PKN belum belajar (secara gitu lho, disekolah kitakan gak ada pelajaran PKN) aduh, bismillah…. Paginya, kita baru di bagiin nomer peserta, nomer pesertaku kalau gak salah (04-002-017-8) angka2 yang bikin aku tambah deg-degan. Oya, beruntung karena kita UNnya siang, paginya kita bisa belajar sampai dzuhur.
                
Dan sekarang, waktunya kita berangkat menuju cimahpar, karena katanya kita akan ikut UN di situ, di SD cimahpar 3. Bismillah.. sesampainya ternyata ujian sudah di mulai, kita telat! Akhirnya aku, fahma, zee, nasiha, dan salsa mencari kelas yang sesuai. Namun, astagfirullah, baru kali ini aku ngeliat banyak cowok-cowok berkumis, alay, juga cewk-cewek genit, dan ibu-ibu hamil, sedang ikut ujian juga. Dalam hati, apa-apaan ini, masa UN bareng anak-anak kayak gini. Mana mereka rame minta ampun, kayak di pasar, ada yang makan, ngerokok, dengerin music. Astagfirullah.. balum lagi waktu pengawasnya datang, dan tanpa rasa berdosa membagikan KJ (kunji jawaban) kepada seluruh peserta ujian, shook banget. Kita yang sempat ditawarin, dengan yakin kita mengatakan “TIDAK” karena sudah lama kita di Tanami bahwa JUJUR MULIA NYONTEK HINA.  Namun mereka, yang hanya mengejar eksestensi, sangat senang menerima kunji jawaban itu. akhirnya kelaspun SEMAKIN RAMAI.
                
Saat mengerjakan soal demi soalpun, banyak sekali cobaan yang kita hadapi. Mulai dari candaan mereka, hingga ejekan mereka kapada kita. Berkali-kali kita teriak berisik, tapi gak ngefek sama sekali kepada mereka, hari pertama sungguh hari yang paling menyebalkan, tapi Alhamdulillah soalnya mudah-mudah.
               
Hari keduapun ternyata sama. Apalagi sekarang ujian MTK sama IPS. Aku berdo’a sangat2 supaya aku bisa focus. Namun, anehnya para pengawasnyapun membiarkan, membiarkan mereka bising lah, atau bahkan kerjasama bagaikan kerja kelompok, padahal mereka  sudah diberi KJ, ternyata tetap saja.
               
Hari ketigapun ternyata sama, sebelumnya kami sempat protes ke pengawasnya “bu, yang rame suruh di luar saja! Mengganggu sangat!” akhirnya ibu-ibu pengawasnya pun berkata “anak-anak! Jangan ramai! Kasihan yang mikir!”  
               
 Dari kisah ini, aku mendapatkan banyaak sekali pelajaran. bahwa sekarang banyak sekali orang-orang yang sangat  jauh dari ALLAH, yang sangat jauh dari hukum syara. Sudah tidak takut mereka dengan api neraka, dengan azab allah, bahkan waktu itu kita belum selesai ngerjain soal MTK di salahinnya karena sholat dulu, sammpai akhirnya aku sempat berfikir “bagaimana caranya pengawas itu bisa mendapatkan kunci jawaban, padahal soalnya tiap orang berbeda, serta setiap soal juga memiliki barkot”  aneh tapi nyata. Astagfirullah, semoga allah bisa memberikan petunjuk kepada orang-orang yang tersesat. AMIN.

Nb: do’ain ya.. supaya NEMnya membanggakan dan memuaskan karena jerih payah sendiri J

Jumat, 12 April 2013

hari gini pakai demokrasi? basi!


    Kian hari, dunia mulai menampakan gemilangnya, cahayanya  telah menyilaukan mata-mata negara penjajah,  Gemuruh takbir semakin menggetarkan jiwa mereka, setiap langkah kaum muslimin seakan meretakan harapan –harapan yang telah mereka ukir, Kibaran ar-roya dan aliwahpun  mulai Nampak di berbagai pelosok dunia, yang  semakin membuat diri mereka menggigil ketakutan, bahkan kejang diselimuti sistem kapitalisme llaknatullah.
 Diantara ketakutan negara penjajah, seperti Amerika, Israel, Jerman, Spanyol, Belanda, ternyata mereka masih memiliki segelintir harapan untuk menghancurkan kekuatan kaum muslimin. Dibentuklah oleh mereka kebebasan-kebebasan dari sistem demokrasi yang mengatakan bahwa setiap diri manusia memiliki kebebasan, maka berhak ia melakukan segala sesuatu sesukanya, semaunya, sesenangnya, tanpa melirik halal atau  harom. Awal mulanya terbentuknya kebebasan ini adalah dari ketidak puasan terhadap agama, sehinnga mengambil jalan tengah, yaitu memisahkan agama dari kehidupan, agama hanyalah hal pribadi, paham ini sering disebut juga paham sekulerisme.
Virus kebebasan ini dimayoritaskan untuk para remaja kaum muslim, yang memang merekalah yang akan memegang peradapan nan gemilang. Namun, amat memilukan, virus ini ternyata berhasil menghancurkan kekuatan umat kaum muslim, banyak remaja-remaja yang terkecohkan bahkan tersesatkan oleh pemikiran ini, sehingga di tengah kebangkitan dunia islam, masih banyak remaja-remaja yang tenggelam dalam sistem demokrasi.
                Sehingga, coba kita lihat remaja-remaja atau mungkin teman atau sahabat kita. Apa yang saat ini sedang mereka lakukan? Apakah sedang pergi kepengajian, menghafal qur’an, sholat atau zakat? Jauh dari itu semua, hidup mereka telah disibukkan oleh berbagai materi kebebasan, sehingga banyak remaja-remaja yang pacaran, bergaul dengan yang bukan mahrom, ciuman, hingga aborsi yang sudah tidak tabu di kalangan mereka. Tidak jauh dengan kasus ini, banyak juga remaja-remaja yang sering ke diskotik, berjoget ria, sambil menelan minuman-minuman haram. Apakah ini dosa? Tidak bagi mereka, gimana tidak, ini hak setiap orang, orang lain di larang mengatur, disini juga terdapat kebebasan berpendapat, bahwa mereka berhak berkata apa saja, sesuai yang mereka inginkan.
                Namun, apakah dengan ini hidup mereka sejahtera? Bahagia? Tidak sama sekali. Mereka bahkan di landa kestresan, stres karena hamil, cowoknya ninggalin, stres gara-gara pakai narkoba jadi tabrakan, sters karena pacarnya minta putus, atau bahkan stres karena gak tau duitnya untuk beli apa lagi, sangking banyaknya. Sehingga apa yang terjadi? Karena sudah puas dengan hartanya, sehingga mencari kepuasan lain yaitu, bunuh diri.
                Apakah itu yang dinamakan bahagia? Oleh karena itu terbukti bahwa sistem demokrasi yang katanya kedaulatan dan kekuasaan ada di tangan manusia, nyatanya tidak dapat mensejahterakan manusia itu sendiri, sehingga hanya hukum allah sajalah yang layak digunakan dan diterapkan di muka bumi ini, sehingga yakinlah butiran-butiran kegemilangan itu akan muncul kembali, membentuk sebuah peradapan gemilang, peradapan islam, dan harap-harap itu, ada di tangan kita, mari berjuang bersama.  allahuakbar!!!

Kamis, 11 April 2013

Wisuda Tahfidz Akbar (One day one ayat)

sebenarnya acaranya sudah lewat (30 Maret 2013) tapi aku baru post sekarang.

pagi itu, aku dan keluarga besar sudah bersiap menuju Glora Bungkarono ( GBK ) tentu bukan untuk nonton sepak bola, atau konser yang penuh maksiat, tetapi kami akan menghadirkan sebuah acara besar, yang kebutalan diselenggarakan oleh sekolah kakak dan adikku, yaitu PPPA DAARUL QUR'AN. diacara ini kami akan wisuda bareng para syeh dari seluruh mancanegara dengan membacakan surah an-naba dan surah al-baqoroh ayat 1-50. sungguh mengharukan, dimana seluruh orang berkumpul, berlomba-lomba menghafal qur'an, dengan lantun dan indah. subhanallah.

                           Ribuan penghafal qur'an berkumpul, menyuarakan takbir, allahuakbar!
                          Para santri DAARUL QUR'AN pun berkumpul, meramaikan acara.
                                           Para syeh berdatangan, menambah heboh acara.



Tampilan dari santri-santri darul quran
Stadion yang panaspun, sampai tidak terasa panasnya, seolah diayungi oleh para penghafal qur'an.

Dan inilah anak kesayangan umi dan abi, i miss you Ihasan dan Kak Mubarak. 




kamipun begitu bahagia.
sekian.

Membuang Nasionalisme Pada Tempatnya


               Makin hari kondisi umat muslim semakin memilukan, mulai dari terpecah belahnya wilayah kaum muslimin menjadi 57 bagian, atau lebih kecil lagi, hingga hancurnya pemikiran Islam pada tiap-tiap insan, bahkan yang muslim dengan nonmuslim hampir tidak bisa dibedakan. Padahal, dahulu negara islam adalah satu bagian utuh, satu tubuh, satu pijakan dan satu gerakan  yang sulit dipisahkan karena memiliki karakter umatan wahidan yang sudah terancap kuat pada diri mereka masing-masing, sehingga memberikan kekokohan pijakan untuk maju bersama, bahagia bersama, dan sulit bersama.
                Namun, amat disayangkan pada pertengahan abad 17M, para imperialis sedikit demi sedikit, hari demi hari memasuki daerah kaum muslim, tidak hanya sekedar  untuk jalan-jalan, namun meniti keadaan untuk membuat sebuah perubahan besar, hingga akhirnya wilayah kaum muslim yang sangat kokoh perlahan-lahan dijajah dan dihancurkan, penjajahan yang dulu dilakukan secara langsung, kini telah bersalin rupa menjadi penjajahan gaya baru yang lebih halus dan canggih. Di bidang ekonomi, Barat menerapkan pemberian utang luar negeri, privatisasi, globalisasi, pengembangan pasar modal, dan sebagainya. Di bidang budaya, Barat mengekspor liberalisme melalui film, lagu, novel, radio, musik, dan lain-lain. Di bidang politik, Barat memaksakan demokrasi, hak asasi manusia (HAM), pluralisme, dan lain-lainnya. Bentuk-bentuk penjajahan gaya baru ini dapat berlangsung, karena kondisi umat yang terpecah-belah tadi. Kondisi cerai berai ini dengan sendirinya membuat umat muslim menjadi lemah dan ringkih.
                Dan akhirnya, para imperialis yaitu Amerika, Jerman, Belanda, Rusia, ddl dapat tertawa lebar dengan hasil karyanya yang dapat memecah belah negeri kaum muslim dengan menerapkan sistem Nasionalisme yang merupakan suatu ikatan untuk mempersatukan sekelompok manusia berdasarkan kesamaan identitas sebagai sebuah bangsa.
                Sehingga dapat dilihat faktanya, nasionalis telah menghancur leburkan persatuan umat Islam, wilayah-wilayah dibagi berdasarkan kesamaan ras, budaya, bahasa, sejarah, dan sebagainya. Sehingga tidak ada lagi yang namanya satu pemikiran, satu perasaan, dan satu peraturan melainkan rela bekorban untuk bangsanya, rela mati demi menyelamatkan bangsanya, begitulah yang terjadi sekarang .
                Padahal, ikatan nasionalis ini sangat rendah  nilainya, dan senantiasa emosional yang semu sifatnya. Ikatan ini muncul hanya ketika ada serangan yang membangkitkan hawa nafsu semata. Seperti Indonesia diserang oleh penjajah, maka ia akan melawan, jika musuh menyerah maka sirna pula lah kekuatan ikatan ini. Ikatan ini jugalah yang membuat hilangnya rasa empati pada diri kaum muslim antara satu dengan lainnya. Contohnya, kaum muslim di Syuriah sedang di serang, apakah kaum muslim lainnya ikut berjuang, membantu dan menolongnya? amat menyedihkan, yang terjadi ternyata sebaliknya. Kaum muslim yang lain seolah buta dan tuli untuk tidak melihat dan mendengar apa yang sedang terjadi pada saudaranya, bahkan mereka tidak mau capek-capek memikirkan itu, karenakan bukan bangsanya, maka bukan saudaranya pula. Padahal, seorang muslim itu saling bersaudara.
                Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. (QS Al Hujurat : 13)
                Dan yang membedakan antara seseorang dengan seseorang lainnya bukanlah karena kesamaan ras, budaya, bahasa, sejarah, dan sebagainya melainkan karena  aqidah Islamiyah yaitu (iman), bukan yang lain. Rasulullah SAW bahkan mengharamkan ikatan  ashabiyah (fanatisme golongan), yaitu setiap ikatan pemersatu yang bertentangan dengan Islam, termasuk nasionalisme.
                Tidak tergolong umatku orang yang menyerukan ashabiyah (fanatisme golongan, seperti nasionalisme). (HR. Abu Dawud)
                Oleh karena itu, kita tidak bisa membiarkan ikatan ini terus berkuasa, menghancurkan pemikiran-pemikiran umat, maka kita harus mengubahnya dengan sama-sama berjuang menegakkan syariat islam untuk menanti peradapan gemilang yang sudah di depan mata. Allahuakbar!

Sabtu, 16 Maret 2013

ber S-Y-U-K-U-R


øŒÎ)ur óOçFù=è% 4ÓyqßJ»tƒ `s9 uŽÉ9óÁ¯R 4n?tã 5Q$yèsÛ 7Ïnºur äí÷Š$$sù $oYs9 š­/u ól̍øƒä $uZs9 $®ÿÊE àMÎ6.^è? ÞÚöF{$# .`ÏB $ygÎ=ø)t/ $ygͬ!$¨VÏ%ur $ygÏBqèùur $pkŝytãur $ygÎ=|Át/ur ( tA$s% šcqä9Ïö7tGó¡n@r& Ï%©!$# uqèd 4oT÷Šr& Ï%©!$$Î/ uqèd îŽöyz 4 (#qäÜÎ7÷d$# #\óÁÏB ¨bÎ*sù Nà6s9 $¨B óOçFø9r'y 3 ôMt/ÎŽàÑur ÞOÎgøŠn=tæ ä'©!Éj9$# èpuZx6ó¡yJø9$#ur râä!$t/ur 5=ŸÒtóÎ/ šÆÏiB «!$# 3 y7Ï9ºsŒ óOßg¯Rr'Î/ (#qçR%x. šcrãàÿõ3tƒ ÏM»tƒ$t«Î/ «!$# šcqè=çGø)tƒur z`¿ÍhŠÎ;¨Y9$# ÎŽötóÎ/ Èd,yÛø9$# 3 y7Ï9ºsŒ $oÿÏ3 (#q|Átã (#qçR$Ÿ2¨r šcrßtF÷ètƒ ÇÏÊÈ  
61. dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, Kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. sebab itu mohonkanlah untuk Kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi Kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, Yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
                Tafsir surat al-baqoroh ayat 61 ini masih terus mengingatkan Bani Israil kepada nikmat ALLAH yang banyak sekali di berikan untuk mereka. Apa saja? Yaitu di jelaskan pada surah al-baqoroh ayat 57, yaitu nikmat di berikannya makanan yang terbaik yang pernah ada di dunia. Yaitu manna wal salwa, sejenis madu dan burung puyuh
$oYù=¯=sßur ãNà6øn=tæ tP$yJtóø9$# $uZø9tRr&ur ãNä3øn=tæ £`yJø9$# 3uqù=¡¡9$#ur ( (#qè=ä. `ÏB ÏM»t6ÍhŠsÛ $tB öNä3»oYø%yu ( $tBur $tRqßJn=sß `Å3»s9ur (#þqçR%x. öNßg|¡àÿRr& tbqßJÎ=ôàtƒ ÇÎÐÈ  
57. dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa"[53]. makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka Menganiaya kami; akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri.
                Lalu mereka juga diberikan minuman yang langsung memancar pada pada mata airnya, yang di jelaskan pada surah al-boqoroh ayat 60.
ÏŒÎ)ur 4s+ó¡oKó$# 4yqãB ¾ÏmÏBöqs)Ï9 $oYù=à)sù >ÎŽôÑ$# š$|ÁyèÎn/ tyfyÛø9$# ( ôNtyfxÿR$$sù çm÷ZÏB $tFt^øO$# nouŽô³tã $YZøŠtã ( ôs% zOÎ=tã @à2 <¨$tRé& óOßgt/uŽô³¨B ( (#qè=à2 (#qç/uŽõ°$#ur `ÏB É-øÍh «!$# Ÿwur (#öqsW÷ès? Îû ÇÚöF{$# tûïÏÅ¡øÿãB ÇÏÉÈ  
60. dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing)[55]. Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.
                Namun, kaum Bani Israil sungguh tidak suka secara terus menerus memproleh makanan manna wal salwa itu, mereka merasa sangat bosan, mereka menginginkan makanan yang lain, yang lebih enak. Dapat kita lihat, bahwa sifat asli bani israil adalah tidak pernah mau bersyukur, padahal, makanan dan minuman yang telah ALLAH beriakan adalah yang terbaik khusus di berikan untuk mereka. Numun, mereka malah meminta yang lain? Sungguh keterlaluan.
                Akhirnya kaum Bani Israil meminta kepada Nabi Musa agar ia memohon kepada ALLAH, untuk diberikannya makanan yang mereka inginkan, dijelaskan seperti sayur-sayuran, mentimun, bawang putih dan  bawang merah. Awalnya Musa menolak dengan berkata “apakah kalian ingin menukar sesuatu yang baik menjadi buruk?”
                Namun dasar Bani Israil, tetap saja ia terus membangkang. Dan akhirnya Nabi Musa berdo’a kepada ALLAH untuk kaumnya. Kemudian ALLAH langsung mengabulkan do’a tersebut. Lalu ALLAH  mewahyukan kepada Nabi Musa untuk di sampaikan kepada kaumnya agar turunlah kalian “ihbitu” turunlah kalian dari bukit Tih menuju bukit Misro, dan disana terdapat apa-apa yang kalian inginkan. Ihbitu di sini dalam konteks turunlah kalian dari tempat yang baik ketempat yang buruk.
                Dan apa yang terjadi kepada mereka? Apakah di sana mereka mendapatkan apa yang mereka minta? Boro-boro, Ternyata mereka di timpakan beribu siksaan maha dahsyat. Akhirnya merekapun menjadi miskin dan terhina sehingga mereka menjadi seorang yang minta-minta.
                Inilah gambaran dari kufur kepada nikmat ALLAH, yaitu kehinaan dan kemiskinan yang tak berkesudahan. Itulah gambaran siksaan allah kepada kaum Bani Israil yang tak pernah bersyukur dan melampaui batas.
                Adapun kaum Bani Israil saat ini, sebagai contoh remaja-remaja yang sering memakan makan-makanan sampah, seperti AW, MC, Hoka-Hoka Bento DLL yang berbau barat, padahal kita tahu itu adalah makanan junk yang artinya sampah, yang pasti gak ada untungnya buat tubuh kita, vitamin, kalsium, protein mana ada di makanan seperti itu. lantas kenapa kita masih saja terus membelinya? Padahal ALLAH telah memberikan makanan yang terbaik untuk kita, 5 sehat 6 sempurna, lengkap mengandung apa yang diperlukan tubuh. Sungguh sama kalau begitu kita dengan kaum Bani Israil, tidak pernah bersyukur dan merasa puas. Maka cepat-cepatlah bertaubat memohon ampun.