Jumat, 15 Februari 2013

Semua mudah, jika kita mau.


Hai teman-teman!
mumpung aku lagi pulang ke rumah, aku mau sedikit berbagi dengan kalian tentang kebahagiaanku saat ini. Mau tau?
Jadi gini, di sekolahku HSG SMP Khoiru Ummah, memiliki  target tersendiri untuk setiap siswanya jikalau  mau lulus SMP, HARUS sudah hafal 9 juz dengan lancar dan tartil. Menurutku ini tak mudah, ini merupakan ombak besar yang sulit menerjangnya, gimana tidak? aku harus hafal 9 juz dalam 3 tahun, W,O,W banget! dengan berat hati, ku mulai tantanganku, 1 tahun pertama, pelan-pelan aku mulai menggeluti dan menghafal qur'an dari awal, juz 30. saat itu, bacaan qur'anku masih amburadul, yang mana tajwid, yang mana qolqolah semua masih hancur, belum lagi aku yang belum terbiasa membaca al-qur'an, apalagi menghafalnya? mustahil bagiku untuk bisa sampai9 juz.  Berkali-kali aku mengeluh dan berputus asa, dan akhirnya semangatku mulai goyah dan kendor. Akupun mulai bermalas-malasan untuk menghafal qur'an. Karena menurutku ini sebuah pekerjaan yang sangat membosankan dan menyebalkan.

Hingga tahun kedua, akupun masih bermalas-malasan, sulit rasanya lidah ini melantunkan ayat-ayat suci al qur’an. Ada saja beribu-ribu godaan yang membuatku mengantuk, bercanda, bengong dan main-main sendiri. Namun akhirnya keadaan yang memaksaku untuk serius menghafal al-qur’an. Karena aku lupa, berkat kemalasanku, hafalankupun terkejar oleh teman-teman. Sekarang, aku menempati posisi kelima dari teman-temanku yang berjumlah delapan orang. Akupun menyesal. Dan saat itu pula aku berusaha untuk membalap mereka semua, walaupun sulit, aku tetap mencobanya, mencoba terus, hingga akhirnya aku bisa. Senang sekali rasanya walaupun kemampuanku hanya dapat menghafal setengah halaman dalam 2 hari. Itu dah syukur.

Hari demi hari ku jalani. Akupun terus berlari mengejar ketertinggalanku. Lelah, lesuh, lemas tak lagi ku hiraukan. Orang-orang datang dari sana sini menyemangngatiku. Memberi energy tersendiri bagiku.

Hingga tahun ketiga, Alhamdulillah berkat izin ALLAH, aku sudah berubah 100% dari tahun pertama dan kedua. Kini aku mulai merasakan mudahnya menghafal al-qur’an, nikmatnya melantunkan ayat-ayat suci al-qur’an dalam setiap lisanku, dan hatikupun menjadi tentram seketika saat ayat-ayat itu di bacakan.

Dengan segala kekuatan, ternyata ombak itu dapat kuhantam, walau sangat sulit, dan sering tergelincir tapi aku tidak mau berputus asa. Beribu-ribu syukur, Alhamdulillah sekarang aku sudah dapat menghafal qur’an 1 hari 2 halaman. Tampa di sadari, 9 juz itu sudah ku lewati. Dan sekarang, sahabatku adalah al-qur’an.

Semoga kisahku ini dapat memotivasi teman-teman yang lain, bahwa menghafal qur’an itu sangatlah mudah, apabila kita memiliki niat dan tekad yang kuat.

Selamat mencoba!

Sabtu, 02 Februari 2013

Semua akan berubah pada waktunya.

flaskback
Teman-teman, ingat waktu kita kelas 1 dulu? waktu kita masih culun-culun, masih kecil-kecil, maih polos-polos, masih suka ngomongin masalah cinta, masih banyak gaya, masih banyak 4L4y tapi tetep imut. inget?







inilah saat-saat tahun pertama yang tak pernah bisa kita lupakan. kadang, kita suka tertawa sendiri mengingat tingkah kita di kelas satu dulu. Kelakuan kita yang sangat konyol. Rebutan TV sama ikhwan lah, tauran sama ikhwan, tahfidz yang gak bener, rebutan makanan, banyak protes tenang sekolah dan kasus-kasus lainnya yang membuat tetangga depan menyebut kita kuda liar. Lucu juga kedengarannya.

Akhirnya waktu memaksa  kita menjadi  dewasa.





                  
kita sudah kelas 2. saatnya kita merasakan memiliki adik kelas baru, menjadi seorang kakak, menjadi seorang pedoman bagi adi-adiknya. Sulit rasanya, karena kita masih seperti anak kelas 1. kadang, malah kita yang sering di tegor adik kelas oleh tingkah kita yang masih kanak-kanak.

Waktu itu terus berjalan dan tak pernah henti. 

Hingga akhirnya kita saat ini. (gaada fotonya) kita sudah kelas 3, kita yang sudah bertambah besar, kita yang  sudah sering di bilang seperti ibu-ibu oleh adik kelas, kita yang sudah bertambah dewasa, kita yang sudah bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk, kita yang sudah bisa memberikan teladan, nasihat, dan kebenaran dan kita adalah Pioneer, yang insya allah akan mengguncang peradapan oleh pemikiran kami yang telah di asah di Khoiru Ummah.  


Pengalaman Bedah Buku.

pagi ini semua sudah bersiap menuju kampus IPB Dramaga, begitu juga dengan aku yang sudah mandi sejak tadi shubuh. Mataharipun mulai menampakan cahayanya, dengan bermodalan angkot, kamipun langsung cabut menuju IPB tepatnya ruang pinus. namun, tak semua siswa Khoiru Ummah bisa ikut, di karenakan sebagian ada aktivitas tersendiri yang harus dilakukan juga.

kamipun sampai di tempat tujuan, perlu sedikit waktu untuk menaiki anak tangga untuk sampai ke ruang Pinus. Namun, ternyata ruangan masih kosong melompong, yang terlihat hanyalah panitia-panitia dan sie acara yang sibuk mondar-mandir mempersiapkan acara dengan baik. "oh ternyata kita datang paling pagi!"

Lalu kakak-kakak panitia langsung menyambut  untuk mengisi formulir dan memberikan snack-snack untuk kami. Sambil menunggu tamu-tamu yang lain datang, kamipun menyibukan diri dengan berjalan-jalan di sekitar koridor ruangan, sambil bercanda, makan-makan, dan tak lupa foto-foto. Tanpa terasa, tamu undangan satu demi satu berdatangan. Kamipun langsung memasuki ruangan  untuk memilih tempat duduk yang paling nyaman.

Akhirnya acara di mulai dengan pembukaan dari MC. Kami di sambut dengan semangat pagi darinya. lalu di lanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-qur'an. Setelah usai, sambil menunggu pembicaranya yang hingga saat ini belum datang juga, sang MC itu terus menyemangati kami, yang terlihat tidak bersemangat, entah karena apa.

Dan pembicaranya akhirnya datang. Yaitu Ust. Adi Wijaya yang akan membedah bukunya. Dan inilah acaranya.

Semua tamu undangan terlihat bersemangat kembali. ya, acara kali ini berjudul ROADSHOW dan BEDAH BUKU MUSLIM DOMOLISHER. Awalnya aku juga binggung, apasih Muslim Domolisher itu? dengan santai dan jelas, Ust. Adi menjelaskan apa yang di maksud dengan Muslim Domolisher yang ternyata artinya adalah Muslim Pendobrak. Ia menjelaskan bahwa mendobrak berbeda dengan mendorong. Mendorong itu tidak memerlukan usaha yang banyak, dan mudah di lakukan.  tetapi mendobrak adalah membuka dengan usaha yang sesungguhnya, yang tidak semua orang bisa melakukannya. Dan untuk menjadi Muslim Domolisher, memerlukan orang-orang yang luar bisa, bukan yang biasa-biasa saja. yaitu orang-orang yang dapat menyelasaikan tantangan demi tantangan. yaitu, dari mana kita berasal? di dunia mau ngapain? dan setelah di dunia mau kemana? orang yang biasa-biasa saja akan binggung jika di beri pertannyaan seperti ini, namun, apabila ia adalah orang yang luar biasa, maka tantangan seperti ini cetil menurutnya.

Bagaimana untu menjadi Muslim Domolisher itu? maka jadilah generasi Khoiru Ummah, yang akan mendobrak peradapan, menjadi peradapan islam.




Jumat, 01 Februari 2013

Jalan-jalan with family

teman-teman, maaf ya mau pamer keluarga dikit... mumpung ada fotonya hehe :) 
ini saat kami semua berlibur tahun baru di puncak.


Ini keluarga besarku, kalau di jumlahin, semua lengkap ada 8 orang. merekalah yang mengisi hari-hariku dengan harubiru, dan berkat mereka jugalah aku bisa seperti ini, semoga kita semua bisa menjadi keluarga sakinnah mawada warohma. amin. aku sayang kalian!!

Inilah abiku, ia adalah sosok bapak yang tegar melewati segala macam ombak, terjangan bahkan badai sekalipun. kasih sayangnya melebihi dunia dan seisinya.

inilah umiku, wajahnya dapat menakhlukan hatiku, seyumnya dapat merampas perasaanku, cintanya selalu merekat di ragaku.

inilah kakakku satu-satunya. walau ia jarang sekali bertemu denganku, tapi gejolak semangatnya selalu menempel pada diriku. semangat perjuangan dan semangat hidup. dan berkat kakakku, aku sudah dapat mengahafal 8 juz. 

inilah adekku yang pertama. ihsan namanya. walau badannya kecil, tapi otaknya sangat besar. keberaniannya    membuat semua orang terenggah-enggah. sikapnya yang selalu membuat semua anggota keluarga kangen padanya. sekarang ia sedang menuntut ilmu di DAQU, Tanggerang bersama kakakku. cita-citanya menjadi seorang kholifah.




inilah bocah-bocah, ada rusyda, zayyin dan fahma. kadang kelakuan kalaian membuat aku sangat sebal, kadang-kadang pula, tingkah kalian membuat aku tertawa terbahak-bahak, tanpa kalain pasti rumah bakalan sepi, ada kalain, pasti rumah selalu berantakan. 





dimanapun, dan kapanpun, kita akan selalu bersama untuk selamanya :) I LOVE YOU

Aina mu'tasim billah? Aina habibina?


Saudaraku, ingatkah kita saat dunia di kuasai oleh islam? Ingatkah saat dunia menguasai ¾  dunia? Ingatkah saat bendera kita hanya satu, bendera islam, ar-roya dan aliwa? Ingatkah saat kita menjadi satu bagian, satu tubuh, satu pemikiran, satu peraturan, dan satu perasaan? Saat kita selalu sejahtera di bawah naungannya. Saat kita selalu aman di bawah lindungannya. Namun, sekarang berbeda dengan yang dulu. Tak ada pekikkan takbir yang terdengar dan tak ada seruan dakwah yang menggelegar lagi. Semenjak khilafah runtuh, negara islam menjadi terpecah belah, terkucar-kacir, beruraian, satu dengan yang lain sudah saling tak mengenal, sudah saling tak peduli, dan sudah saling tak mengasihi. 


 Saudaraku, coba sama–sama kita lihat keadaan saudara-saudara kita di sana, terutama saudara-saudara kita diSyam, diSuriah, diPalestina, diPakistan hingga yang berada diRusia. Sedang apakah mereka? Apakah mereka sedang bersenang-senang seperti kita? Apakah mereka sedang jalan-jalan, makan-makan dan berfoya-foya seperti kita? Apakah seperti itu? namun, boro-boro mereka mau bersenang-senang, hari demi hari  mereka jalani dengan penuh kecemasan dan ketakutan, di sana-sini terdengar suara ledakan dan tembakan, suara anak kecil berteriak dan menangis meminta pertolongan, mereka diculik, dipukuli, ditakut-takuti, dan dicemooh tak berkesudahan. Suara seorang ibu yang menangis haru dan bangga melihat anaknya menjadi mujahid dan meninggal di jalan kebenaran. Subhanallah.
            Saudaraku, meskipun mereka jauh dari tempat kita, tetapi mereka adalah saudara kita, mereka adalah bagian dari tubuh kita umat islam. Dan Rasulullah SAW menyampaikan kepada kita “almuslimu akhul muslim, almuslimu kal jadatil wahid, iza saka udud” umat islam di ibaratkan satu tubuh jika sebagian tubuh merasakan kesakitan, maka bagian tubuh yang lainnya juga akan merasakan kesakitan. itulah konsekuensi 1 anggota tubuh. Dan itulah umat islam. Dalam riwayat lain di katakan “ umat islam satu dengan yang lainnya adalah satu bangunan yang saling mengokohkan” maka, kemenangan Palestina adalah kemenangan umat islam, kekalahan Palestina adalah kekalahan umat islam, musibah, penderitaan, dan pembantaian di syuriah harusnya menjadi musibah dan juga ujian bagi kita, meskipun kita tidak merasakan tetapi karena kita merupakan satu tubuh, maka seharusnya kita merasakan hal yang sama.
            Saudaraku, sudah lama mereka, saudara-saudara kita disiksa, dizolimi, dibantai dan diperlakukan layaknya hewan. Wilayah Palestina sudah di kuasai Israel. Wilayah mereka yang tadinya luas, menjadi sangat sempit, bagai sebuah titik. Bila di cari di sebuah peta, maka tak akan di temukan bendera Palestina melainkan bendera Israel. Padahal ALLAH telah mengatakan kepada Israel dan bala tentaranya bahwa mereka adalah pengecut, bermental tempe, takut berperang, apalagi, ingin mati syahid. Jelas tidak ada dalam kamus mereka.







Berbagai macam upaya kaum muslimin lakukan untuk menjadikan umat manusia memperjuangkan hak mereka, untuk berdaulat, dan untuk memimpin negara mereka dengan hukum ALLAH. Terdengar saudara-saudara kita di Syuriah sedang berjuang mati-matian, mengganti sistem kapitalis menjadi sistem islam, mengganti kejahiliyahan menjadi kebenaran, mereka melakukan revolusi secara terang-terangan kehadapan pemerintah dan kehadapan dunia, ribuan orang berkumpul menyuru dengan suara lantang “ana nurid khilafah islamiyah! Ana nurid khilafah islamiyah!” saya menginginkan khilafah islamiyah!” dengan gagah mereka mengibarkan bendera islam, ar-roya dan aliwa. Menggetarkan hati dan jiwa. Dengan semangat perjuangan yang membara Seakan mereka yakin kepada janji ALLAH, bahwa khilafah akan tegak kembali.
(surat An-Nur : 55) “aku berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa aku akan jadikan mereka berkuasa di muka bumi ini”
Hingga akhirnya suara itu  terdenggar oleh Amerika dan Israel laknatullah. Suara yang sangat memekikkan kedua telingga mereka, suara yang membuat jantung mereka berdetuk kencang, suara yang membuat mereka kocar-kacir ketakutan, suara yang membuat mereka berlarian tak tau arah, mereka sangat ketakutan, mereka takut jika khilafah akan bangkit lagi, mereka takut jika kebenaran itu datang lagi, hingga akhirnya mereka bingung, mereka galau, mereka tak tau harus berbuat apa.
Saudaraku, sesungguh kaum muslim  belum memenangkan perang ini, sesungguhnya  janji ALLAH belum terwujud, saudara kita di sana masih memerlukan kehadiran kita, tenaga kita, semangat kita, perjuangan kita, dan doa kita. Karena perjuangan itu tinggal sedikit lagi, tinggal selangkah lagi. Selangkah menuju tegaknya syariah dan khilafah. Allahhuakbar! []


My mom, my everything



                                                              Umiku...

Beliau bernama Ita Rosita aku memanggilnya dengan sebutan umi. Ia adalah seorang wanita yang di besarkan di lampung, 18 Apri  1969. Memiliki wajah yang awet muda, mata yang besar, kulit yang putih,  tinggi yang hampir sama denganku dan sedikit besar. Maklum umiku sudah mempunyai 6 orang anak. Yang pertama kakakku Mubarak, yang kedua aku, yang ketiga Ihsan, keempat Rusyda, kelima Zayyin dan yang keenam Fahma.  Jika di jumlah ada 2 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Tak jarang rumahku ramai oleh kami yang bertengkar, ketawa-ketiwi, bercanda, berbincang dan hal-hal sebagainnya. Orang-orang sering bilang kalau keluargaku banyak  banget . Dengan bangga umiku mengganggukan kepala.  Umiku memang tidak ingin membatasi jumlah anaknya. Tidak seperti ibu-ibu yang lainnya yang sudah terprogam sistem KABE. 2 anak lebih baik. Tetapi kata umiku banyak anak maka banyak pula rezekinya.  Ternyata memang betul, abi tidak pernah merasa kesusahan untuk membiayai hidup kami, kalaupun kesusahan pasti ada saja rezeki yang datang.
Di balik umiku yang tegar terdapat sesosok bapak yang bertugas menafkahkan istri dan anaknya. Dialah Eddy Wanto. Aku memanggilnya abi. Tapi sering teman-temannya memanggil dengan sebutan ustadz atau pak haji. Walaupun ia belum haji. Mungkin karena ia sering mengenakan peci. Maka abiku hanya mengamininya. Abiku menikahi umi pada tahun 1996. Maka pada saat ini pernikahannya sudah menginjak 16 tahun .  Waktu itu umi dan abi di pertemukan  di sebuah  pesantren yang terletak di Bogor.  Dari sinilah  lalu mereka menikah. Banyak yang bilang kepada abiku “ kalau nyari istri gak usah jauh-jauh”. Karena memang  abiku berasal dari pulau Madura sedangkan Umi berasal dari pulau Sumatera.  Tetapi cinta yang menyatukan mereka. Haha. Aku lihat umi sangat sayang kepada  abi. Umi selalu menanyakan abi sudah makan belum? Abi capek ya? Kalaupun abi sedang bekerja hingga berminggu-minggu tak pulang, maka setiap hari umi akan menelfon dan menanyakan kabarnya.
Umi dan abiku juga sangat kompak untuk mentukan masa depan anaknya. Mereka tidak ingin masa depan anak-anaknya seperti mereka saat ini. Maka dipilihlah sekolah-sekolah yang terbaik. Sekolah-sekolah  yang menyelamatkan anak-anaknya dari dunia dan akhirat. Mereka juga sangat menginginkan anak-anaknya menjadi para penghafal qur’an.  Maka di masukanlah sebagian anaknya termasuk aku ke  sekolah Khoiru Ummah yang target utamanya menjadi penghafal qur’an.  Dan dua orang jagonnya yaitu kakak dan Ihsan mereka di masukan ke pesantren Darul Qur’an Yusuf Mansur. Di sana mereka berdua mendapatkan bea siswa karena hafalannya yang sudah banyak. Di sana juga, apabila sudah hafal al-qur’an maka akan segera di bawa ke Timur Tengah. Itulah cita-cita mereka berdua dan aku. Inilah yang membuat umi dan abi haru dan bangga.
Dengan kelemah lembutan hatinya, umi sering kangen dengan anak-anaknya yang berada di pesantren. Maka setiap dua minggu sekali kami sekeluarga akan pergi ke Darul Qur’an yang terletak lumayan jauh di Tanggerang.
Dengan begitu semua anaknya lebih sayang kepada umi di banding abi. Aku juga sudah menganggapnya menjadi sahabat sendiri. Umi adalah trainer bagiku.  Aku sering bercerita kepadanya  tentang  kebahagiaan, kesedihan dan cinta yang ku alami. Dengan begitu umi akan mengasih sarannya yang terbaik. Dengan jiwanya yang periang tidak hanya aku yang mencintainnya tetapi teman-teman umi juga ikut mencintainnya. Oleh karena itu umi sering di tunjuk menjadi MC atau pengisi  di sebuah acara. karena katannya ibu-ibu yang di isi sama bu Ita jadi semangat semua.
Umi juga sebagai koki di keluargaku. Semua kelurgaku sangat menyukai makanannya.  Karena masakannya tak kalah enak dengan yang ada di restoran. Terlebih sambalnya yang sangat khas di mulutku. Rasa pedas yang sangat menggugah selera. Sehingga membuatku menambah-menambah-dan menambah lagi.  Jika umi sedang tidak membuat makanan, aku akan merengek kepadanya  agar ia memasak. Dan aku tidak akan memakan makanan yang umi beli di rumah makan karena rasanya tidak akan  sama dengan buatan umiku.
Tidak hanya kepandaian dalam memasak. Umiku juga sangat pintar, oleh karena itu umi mendapatkan bea siswa saat masuk kulihnya. Hingga saat ini, umilah yang membantuku dalam mengerjakan PR sekolah. Umi sangat sabar dan detail mengajariku hingga aku bisa. Begitu juga dalam mengajari adik-adikku membaca dan menghafal al-qur’an. Hingga akhirnya umi menjadi guru (metode ummi) di SD Khoiru Ummah.
Umi juga adalah sosok yang tegas. ia akan bertindak jika ada sesuatu yang tak sesuai baginya. Hingga suatu hari aku mengeluh tentang sekolahku yang tak enak. Dan pada saat itu juga umi segera menghubungi kepala sekolahku untuk mengkoordinasikan. Umiku juga pemberani. Jika ada masalah ia akan segera menyelesaikannya  tidak untuk mengosipinya. Dan satu hal yang aku sukai dari umiku yaitu suka bercanda dan membuat lucu susana . Dan terkadang akulah yang menjadi korbannya. Aku suka di jodoh-jodokan dengan anak teman umi. Aku sangat malu. Hingga waktu itu semua ibu-ibu tertawa mendengarnya. Aku juga sangat menyukai ketawa khas umi. Dan tak tahu kenapa ketawanya membuat semua orang yang melihatnya ikut tertawa juga. Jangan salah, umiku juga bisa marah lho.. dan aku sangat takut jika umi marah. Karena marahnya menyeramkan, bisa-bisa tetangga samping kanan samping kiripun  juga  mendengarnya.  
Saat ini, pekerjaannya  adalah sebagai ibu rumah tangga dan pendakwah. Oleh karena itu, umi lebih sering berada di rumah. Kalaupun berpergian, tidak akan jauh dari sekeliling rumah. Umi  juga akan selalu meluangkan waktunya di sela-sela dakwah untuk menemani anak-anaknya berjalan-jalan. Ia juga sangat senang apabila seluruh anggota keluarganya berkumpul. Namun saat ini kami hanya bisa berkumpul pada saat-saat tertentu saja. Karena aku, kakak dan Ihsan berada di  pesantren. Oleh karena itu saat kami sekeluarga sedang lengkap, abi selalu mengabdikannya dalam jepretan kamera.
                My mom, my everything. Itulah kata-kata terakhir yang ingin aku katakan kepada umiku.  Rasanya, kalaupun aku menceritakan semuanya seluruh kertas di duniapun tak akan cukup untuk membalas jasanya. Semua sudah di berikan kepadaku secara total. Kelembutan hatinya, kasih sayangnya, perhatiannya, pengorbanannya hingga cinta yang belum pernah aku temukan sebelumnya  dalam sejarah hidupku. 


Aku adalah aku.

Namaku Ishmah Majidah, panggil saja Ishmah. Aku lahir di Bogor, 17 Agustus 1998. Abiku bernama Eddy Wanto dan umiku bernama Ita Rosita. Aku memiliki saudara yang sangat banyak. yaitu, Mubarak, Ihsan, Rusyda, Zayyin, dan Fahma.

Sekarang aku sedang menuai ilmu di  HSG SMP Khoiru Ummah 1. Aku termasuk angkatan pertama di sekolah ini. Angkatanku bernama Pioneer. di sini, aku mendapatkan banyak sekali pengetahuan yang belum pernah ku dapatkan di tempat lain. dan alhamdulillah, sekarang aku sudah hafal 8 juz.


cita-citaku sangat banyak, yaitu menjadi ilmuan sains, dokter anak, ahli tafsir, penghafal qur'an, juga ingin sekali bersekolah di Jerman. inilah aku.



                                                                     Ini aku




                                                Ini teman-temanku di Khoiru Ummah



                                                              Ini adik kelas ku