Jumat, 01 Februari 2013

Aina mu'tasim billah? Aina habibina?


Saudaraku, ingatkah kita saat dunia di kuasai oleh islam? Ingatkah saat dunia menguasai ¾  dunia? Ingatkah saat bendera kita hanya satu, bendera islam, ar-roya dan aliwa? Ingatkah saat kita menjadi satu bagian, satu tubuh, satu pemikiran, satu peraturan, dan satu perasaan? Saat kita selalu sejahtera di bawah naungannya. Saat kita selalu aman di bawah lindungannya. Namun, sekarang berbeda dengan yang dulu. Tak ada pekikkan takbir yang terdengar dan tak ada seruan dakwah yang menggelegar lagi. Semenjak khilafah runtuh, negara islam menjadi terpecah belah, terkucar-kacir, beruraian, satu dengan yang lain sudah saling tak mengenal, sudah saling tak peduli, dan sudah saling tak mengasihi. 


 Saudaraku, coba sama–sama kita lihat keadaan saudara-saudara kita di sana, terutama saudara-saudara kita diSyam, diSuriah, diPalestina, diPakistan hingga yang berada diRusia. Sedang apakah mereka? Apakah mereka sedang bersenang-senang seperti kita? Apakah mereka sedang jalan-jalan, makan-makan dan berfoya-foya seperti kita? Apakah seperti itu? namun, boro-boro mereka mau bersenang-senang, hari demi hari  mereka jalani dengan penuh kecemasan dan ketakutan, di sana-sini terdengar suara ledakan dan tembakan, suara anak kecil berteriak dan menangis meminta pertolongan, mereka diculik, dipukuli, ditakut-takuti, dan dicemooh tak berkesudahan. Suara seorang ibu yang menangis haru dan bangga melihat anaknya menjadi mujahid dan meninggal di jalan kebenaran. Subhanallah.
            Saudaraku, meskipun mereka jauh dari tempat kita, tetapi mereka adalah saudara kita, mereka adalah bagian dari tubuh kita umat islam. Dan Rasulullah SAW menyampaikan kepada kita “almuslimu akhul muslim, almuslimu kal jadatil wahid, iza saka udud” umat islam di ibaratkan satu tubuh jika sebagian tubuh merasakan kesakitan, maka bagian tubuh yang lainnya juga akan merasakan kesakitan. itulah konsekuensi 1 anggota tubuh. Dan itulah umat islam. Dalam riwayat lain di katakan “ umat islam satu dengan yang lainnya adalah satu bangunan yang saling mengokohkan” maka, kemenangan Palestina adalah kemenangan umat islam, kekalahan Palestina adalah kekalahan umat islam, musibah, penderitaan, dan pembantaian di syuriah harusnya menjadi musibah dan juga ujian bagi kita, meskipun kita tidak merasakan tetapi karena kita merupakan satu tubuh, maka seharusnya kita merasakan hal yang sama.
            Saudaraku, sudah lama mereka, saudara-saudara kita disiksa, dizolimi, dibantai dan diperlakukan layaknya hewan. Wilayah Palestina sudah di kuasai Israel. Wilayah mereka yang tadinya luas, menjadi sangat sempit, bagai sebuah titik. Bila di cari di sebuah peta, maka tak akan di temukan bendera Palestina melainkan bendera Israel. Padahal ALLAH telah mengatakan kepada Israel dan bala tentaranya bahwa mereka adalah pengecut, bermental tempe, takut berperang, apalagi, ingin mati syahid. Jelas tidak ada dalam kamus mereka.







Berbagai macam upaya kaum muslimin lakukan untuk menjadikan umat manusia memperjuangkan hak mereka, untuk berdaulat, dan untuk memimpin negara mereka dengan hukum ALLAH. Terdengar saudara-saudara kita di Syuriah sedang berjuang mati-matian, mengganti sistem kapitalis menjadi sistem islam, mengganti kejahiliyahan menjadi kebenaran, mereka melakukan revolusi secara terang-terangan kehadapan pemerintah dan kehadapan dunia, ribuan orang berkumpul menyuru dengan suara lantang “ana nurid khilafah islamiyah! Ana nurid khilafah islamiyah!” saya menginginkan khilafah islamiyah!” dengan gagah mereka mengibarkan bendera islam, ar-roya dan aliwa. Menggetarkan hati dan jiwa. Dengan semangat perjuangan yang membara Seakan mereka yakin kepada janji ALLAH, bahwa khilafah akan tegak kembali.
(surat An-Nur : 55) “aku berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa aku akan jadikan mereka berkuasa di muka bumi ini”
Hingga akhirnya suara itu  terdenggar oleh Amerika dan Israel laknatullah. Suara yang sangat memekikkan kedua telingga mereka, suara yang membuat jantung mereka berdetuk kencang, suara yang membuat mereka kocar-kacir ketakutan, suara yang membuat mereka berlarian tak tau arah, mereka sangat ketakutan, mereka takut jika khilafah akan bangkit lagi, mereka takut jika kebenaran itu datang lagi, hingga akhirnya mereka bingung, mereka galau, mereka tak tau harus berbuat apa.
Saudaraku, sesungguh kaum muslim  belum memenangkan perang ini, sesungguhnya  janji ALLAH belum terwujud, saudara kita di sana masih memerlukan kehadiran kita, tenaga kita, semangat kita, perjuangan kita, dan doa kita. Karena perjuangan itu tinggal sedikit lagi, tinggal selangkah lagi. Selangkah menuju tegaknya syariah dan khilafah. Allahhuakbar! []


Tidak ada komentar:

Posting Komentar