Saudaraku, ingatkah kita saat
dunia di kuasai oleh islam? Ingatkah saat dunia menguasai ¾ dunia? Ingatkah saat bendera kita hanya satu,
bendera islam, ar-roya dan aliwa? Ingatkah saat kita menjadi satu bagian, satu
tubuh, satu pemikiran, satu peraturan, dan satu perasaan? Saat kita selalu
sejahtera di bawah naungannya. Saat kita selalu aman di bawah lindungannya. Namun,
sekarang berbeda dengan yang dulu. Tak ada pekikkan takbir yang terdengar dan tak
ada seruan dakwah yang menggelegar lagi. Semenjak khilafah runtuh, negara islam
menjadi terpecah belah, terkucar-kacir, beruraian, satu dengan yang lain sudah
saling tak mengenal, sudah saling tak peduli, dan sudah saling tak mengasihi.
Saudaraku, coba sama–sama kita lihat
keadaan saudara-saudara kita di sana, terutama saudara-saudara kita diSyam,
diSuriah, diPalestina, diPakistan hingga yang berada diRusia. Sedang apakah
mereka? Apakah mereka sedang bersenang-senang seperti kita? Apakah mereka
sedang jalan-jalan, makan-makan dan berfoya-foya seperti kita? Apakah seperti
itu? namun, boro-boro mereka mau bersenang-senang, hari demi hari mereka jalani dengan penuh kecemasan dan
ketakutan, di sana-sini terdengar suara ledakan dan tembakan, suara anak kecil
berteriak dan menangis meminta pertolongan, mereka diculik, dipukuli,
ditakut-takuti, dan dicemooh tak berkesudahan. Suara seorang ibu yang menangis haru
dan bangga melihat anaknya menjadi mujahid dan meninggal di jalan kebenaran.
Subhanallah.
Saudaraku, meskipun mereka jauh dari
tempat kita, tetapi mereka adalah saudara kita, mereka adalah bagian dari tubuh
kita umat islam. Dan Rasulullah SAW menyampaikan kepada kita “almuslimu
akhul muslim, almuslimu kal jadatil wahid, iza saka udud” umat islam di
ibaratkan satu tubuh jika sebagian tubuh merasakan kesakitan, maka bagian tubuh
yang lainnya juga akan merasakan kesakitan. itulah konsekuensi 1 anggota tubuh.
Dan itulah umat islam. Dalam riwayat lain di katakan “ umat islam satu
dengan yang lainnya adalah satu bangunan yang saling mengokohkan” maka,
kemenangan Palestina adalah kemenangan umat islam, kekalahan Palestina adalah
kekalahan umat islam, musibah, penderitaan, dan pembantaian di syuriah harusnya
menjadi musibah dan juga ujian bagi kita, meskipun kita tidak merasakan tetapi
karena kita merupakan satu tubuh, maka seharusnya kita merasakan hal yang sama.
Saudaraku, sudah lama mereka, saudara-saudara
kita disiksa, dizolimi, dibantai dan diperlakukan layaknya hewan. Wilayah
Palestina sudah di kuasai Israel. Wilayah mereka yang tadinya luas, menjadi sangat
sempit, bagai sebuah titik. Bila di cari di sebuah peta, maka tak akan di
temukan bendera Palestina melainkan bendera Israel. Padahal ALLAH telah
mengatakan kepada Israel dan bala tentaranya bahwa mereka adalah pengecut,
bermental tempe, takut berperang, apalagi, ingin mati syahid. Jelas tidak ada
dalam kamus mereka.
Berbagai macam upaya kaum
muslimin lakukan untuk menjadikan umat manusia memperjuangkan hak mereka, untuk
berdaulat, dan untuk memimpin negara mereka dengan hukum ALLAH. Terdengar
saudara-saudara kita di Syuriah sedang berjuang mati-matian, mengganti sistem
kapitalis menjadi sistem islam, mengganti kejahiliyahan menjadi kebenaran,
mereka melakukan revolusi secara terang-terangan kehadapan pemerintah dan kehadapan
dunia, ribuan orang berkumpul menyuru dengan suara lantang “ana nurid
khilafah islamiyah! Ana nurid khilafah islamiyah!” saya menginginkan khilafah
islamiyah!” dengan gagah mereka mengibarkan bendera islam, ar-roya dan
aliwa. Menggetarkan hati dan jiwa. Dengan semangat perjuangan yang membara
Seakan mereka yakin kepada janji ALLAH, bahwa khilafah akan tegak kembali.
(surat An-Nur : 55) “aku berjanji kepada orang-orang yang
beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa aku akan jadikan mereka berkuasa di
muka bumi ini”
Hingga akhirnya suara itu terdenggar oleh Amerika dan Israel
laknatullah. Suara yang sangat memekikkan kedua telingga mereka, suara yang
membuat jantung mereka berdetuk kencang, suara yang membuat mereka kocar-kacir
ketakutan, suara yang membuat mereka berlarian tak tau arah, mereka sangat
ketakutan, mereka takut jika khilafah akan bangkit lagi, mereka takut jika
kebenaran itu datang lagi, hingga akhirnya mereka bingung, mereka galau, mereka
tak tau harus berbuat apa.
Saudaraku, sesungguh kaum muslim belum memenangkan perang ini,
sesungguhnya janji ALLAH belum terwujud,
saudara kita di sana masih memerlukan kehadiran kita, tenaga kita, semangat
kita, perjuangan kita, dan doa kita. Karena perjuangan itu tinggal sedikit
lagi, tinggal selangkah lagi. Selangkah menuju tegaknya syariah dan khilafah.
Allahhuakbar! []





Tidak ada komentar:
Posting Komentar