pagi ini semua sudah bersiap menuju kampus IPB Dramaga, begitu juga dengan aku yang sudah mandi sejak tadi shubuh. Mataharipun mulai menampakan cahayanya, dengan bermodalan angkot, kamipun langsung cabut menuju IPB tepatnya ruang pinus. namun, tak semua siswa Khoiru Ummah bisa ikut, di karenakan sebagian ada aktivitas tersendiri yang harus dilakukan juga.
kamipun sampai di tempat tujuan, perlu sedikit waktu untuk menaiki anak tangga untuk sampai ke ruang Pinus. Namun, ternyata ruangan masih kosong melompong, yang terlihat hanyalah panitia-panitia dan sie acara yang sibuk mondar-mandir mempersiapkan acara dengan baik. "oh ternyata kita datang paling pagi!"
Lalu kakak-kakak panitia langsung menyambut untuk mengisi formulir dan memberikan snack-snack untuk kami. Sambil menunggu tamu-tamu yang lain datang, kamipun menyibukan diri dengan berjalan-jalan di sekitar koridor ruangan, sambil bercanda, makan-makan, dan tak lupa foto-foto. Tanpa terasa, tamu undangan satu demi satu berdatangan. Kamipun langsung memasuki ruangan untuk memilih tempat duduk yang paling nyaman.
Akhirnya acara di mulai dengan pembukaan dari MC. Kami di sambut dengan semangat pagi darinya. lalu di lanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-qur'an. Setelah usai, sambil menunggu pembicaranya yang hingga saat ini belum datang juga, sang MC itu terus menyemangati kami, yang terlihat tidak bersemangat, entah karena apa.
Dan pembicaranya akhirnya datang. Yaitu Ust. Adi Wijaya yang akan membedah bukunya. Dan inilah acaranya.
Semua tamu undangan terlihat bersemangat kembali. ya, acara kali ini berjudul ROADSHOW dan BEDAH BUKU MUSLIM DOMOLISHER. Awalnya aku juga binggung, apasih Muslim Domolisher itu? dengan santai dan jelas, Ust. Adi menjelaskan apa yang di maksud dengan Muslim Domolisher yang ternyata artinya adalah Muslim Pendobrak. Ia menjelaskan bahwa mendobrak berbeda dengan mendorong. Mendorong itu tidak memerlukan usaha yang banyak, dan mudah di lakukan. tetapi mendobrak adalah membuka dengan usaha yang sesungguhnya, yang tidak semua orang bisa melakukannya. Dan untuk menjadi Muslim Domolisher, memerlukan orang-orang yang luar bisa, bukan yang biasa-biasa saja. yaitu orang-orang yang dapat menyelasaikan tantangan demi tantangan. yaitu, dari mana kita berasal? di dunia mau ngapain? dan setelah di dunia mau kemana? orang yang biasa-biasa saja akan binggung jika di beri pertannyaan seperti ini, namun, apabila ia adalah orang yang luar biasa, maka tantangan seperti ini cetil menurutnya.
Bagaimana untu menjadi Muslim Domolisher itu? maka jadilah generasi Khoiru Ummah, yang akan mendobrak peradapan, menjadi peradapan islam.
kamipun sampai di tempat tujuan, perlu sedikit waktu untuk menaiki anak tangga untuk sampai ke ruang Pinus. Namun, ternyata ruangan masih kosong melompong, yang terlihat hanyalah panitia-panitia dan sie acara yang sibuk mondar-mandir mempersiapkan acara dengan baik. "oh ternyata kita datang paling pagi!"
Lalu kakak-kakak panitia langsung menyambut untuk mengisi formulir dan memberikan snack-snack untuk kami. Sambil menunggu tamu-tamu yang lain datang, kamipun menyibukan diri dengan berjalan-jalan di sekitar koridor ruangan, sambil bercanda, makan-makan, dan tak lupa foto-foto. Tanpa terasa, tamu undangan satu demi satu berdatangan. Kamipun langsung memasuki ruangan untuk memilih tempat duduk yang paling nyaman.
Akhirnya acara di mulai dengan pembukaan dari MC. Kami di sambut dengan semangat pagi darinya. lalu di lanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-qur'an. Setelah usai, sambil menunggu pembicaranya yang hingga saat ini belum datang juga, sang MC itu terus menyemangati kami, yang terlihat tidak bersemangat, entah karena apa.
Dan pembicaranya akhirnya datang. Yaitu Ust. Adi Wijaya yang akan membedah bukunya. Dan inilah acaranya.
Semua tamu undangan terlihat bersemangat kembali. ya, acara kali ini berjudul ROADSHOW dan BEDAH BUKU MUSLIM DOMOLISHER. Awalnya aku juga binggung, apasih Muslim Domolisher itu? dengan santai dan jelas, Ust. Adi menjelaskan apa yang di maksud dengan Muslim Domolisher yang ternyata artinya adalah Muslim Pendobrak. Ia menjelaskan bahwa mendobrak berbeda dengan mendorong. Mendorong itu tidak memerlukan usaha yang banyak, dan mudah di lakukan. tetapi mendobrak adalah membuka dengan usaha yang sesungguhnya, yang tidak semua orang bisa melakukannya. Dan untuk menjadi Muslim Domolisher, memerlukan orang-orang yang luar bisa, bukan yang biasa-biasa saja. yaitu orang-orang yang dapat menyelasaikan tantangan demi tantangan. yaitu, dari mana kita berasal? di dunia mau ngapain? dan setelah di dunia mau kemana? orang yang biasa-biasa saja akan binggung jika di beri pertannyaan seperti ini, namun, apabila ia adalah orang yang luar biasa, maka tantangan seperti ini cetil menurutnya.
Bagaimana untu menjadi Muslim Domolisher itu? maka jadilah generasi Khoiru Ummah, yang akan mendobrak peradapan, menjadi peradapan islam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar