Sabtu, 16 Maret 2013

ber S-Y-U-K-U-R


øŒÎ)ur óOçFù=è% 4ÓyqßJ»tƒ `s9 uŽÉ9óÁ¯R 4n?tã 5Q$yèsÛ 7Ïnºur äí÷Š$$sù $oYs9 š­/u ól̍øƒä $uZs9 $®ÿÊE àMÎ6.^è? ÞÚöF{$# .`ÏB $ygÎ=ø)t/ $ygͬ!$¨VÏ%ur $ygÏBqèùur $pkŝytãur $ygÎ=|Át/ur ( tA$s% šcqä9Ïö7tGó¡n@r& Ï%©!$# uqèd 4oT÷Šr& Ï%©!$$Î/ uqèd îŽöyz 4 (#qäÜÎ7÷d$# #\óÁÏB ¨bÎ*sù Nà6s9 $¨B óOçFø9r'y 3 ôMt/ÎŽàÑur ÞOÎgøŠn=tæ ä'©!Éj9$# èpuZx6ó¡yJø9$#ur râä!$t/ur 5=ŸÒtóÎ/ šÆÏiB «!$# 3 y7Ï9ºsŒ óOßg¯Rr'Î/ (#qçR%x. šcrãàÿõ3tƒ ÏM»tƒ$t«Î/ «!$# šcqè=çGø)tƒur z`¿ÍhŠÎ;¨Y9$# ÎŽötóÎ/ Èd,yÛø9$# 3 y7Ï9ºsŒ $oÿÏ3 (#q|Átã (#qçR$Ÿ2¨r šcrßtF÷ètƒ ÇÏÊÈ  
61. dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, Kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. sebab itu mohonkanlah untuk Kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi Kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, Yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
                Tafsir surat al-baqoroh ayat 61 ini masih terus mengingatkan Bani Israil kepada nikmat ALLAH yang banyak sekali di berikan untuk mereka. Apa saja? Yaitu di jelaskan pada surah al-baqoroh ayat 57, yaitu nikmat di berikannya makanan yang terbaik yang pernah ada di dunia. Yaitu manna wal salwa, sejenis madu dan burung puyuh
$oYù=¯=sßur ãNà6øn=tæ tP$yJtóø9$# $uZø9tRr&ur ãNä3øn=tæ £`yJø9$# 3uqù=¡¡9$#ur ( (#qè=ä. `ÏB ÏM»t6ÍhŠsÛ $tB öNä3»oYø%yu ( $tBur $tRqßJn=sß `Å3»s9ur (#þqçR%x. öNßg|¡àÿRr& tbqßJÎ=ôàtƒ ÇÎÐÈ  
57. dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa"[53]. makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka Menganiaya kami; akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri.
                Lalu mereka juga diberikan minuman yang langsung memancar pada pada mata airnya, yang di jelaskan pada surah al-boqoroh ayat 60.
ÏŒÎ)ur 4s+ó¡oKó$# 4yqãB ¾ÏmÏBöqs)Ï9 $oYù=à)sù >ÎŽôÑ$# š$|ÁyèÎn/ tyfyÛø9$# ( ôNtyfxÿR$$sù çm÷ZÏB $tFt^øO$# nouŽô³tã $YZøŠtã ( ôs% zOÎ=tã @à2 <¨$tRé& óOßgt/uŽô³¨B ( (#qè=à2 (#qç/uŽõ°$#ur `ÏB É-øÍh «!$# Ÿwur (#öqsW÷ès? Îû ÇÚöF{$# tûïÏÅ¡øÿãB ÇÏÉÈ  
60. dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing)[55]. Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.
                Namun, kaum Bani Israil sungguh tidak suka secara terus menerus memproleh makanan manna wal salwa itu, mereka merasa sangat bosan, mereka menginginkan makanan yang lain, yang lebih enak. Dapat kita lihat, bahwa sifat asli bani israil adalah tidak pernah mau bersyukur, padahal, makanan dan minuman yang telah ALLAH beriakan adalah yang terbaik khusus di berikan untuk mereka. Numun, mereka malah meminta yang lain? Sungguh keterlaluan.
                Akhirnya kaum Bani Israil meminta kepada Nabi Musa agar ia memohon kepada ALLAH, untuk diberikannya makanan yang mereka inginkan, dijelaskan seperti sayur-sayuran, mentimun, bawang putih dan  bawang merah. Awalnya Musa menolak dengan berkata “apakah kalian ingin menukar sesuatu yang baik menjadi buruk?”
                Namun dasar Bani Israil, tetap saja ia terus membangkang. Dan akhirnya Nabi Musa berdo’a kepada ALLAH untuk kaumnya. Kemudian ALLAH langsung mengabulkan do’a tersebut. Lalu ALLAH  mewahyukan kepada Nabi Musa untuk di sampaikan kepada kaumnya agar turunlah kalian “ihbitu” turunlah kalian dari bukit Tih menuju bukit Misro, dan disana terdapat apa-apa yang kalian inginkan. Ihbitu di sini dalam konteks turunlah kalian dari tempat yang baik ketempat yang buruk.
                Dan apa yang terjadi kepada mereka? Apakah di sana mereka mendapatkan apa yang mereka minta? Boro-boro, Ternyata mereka di timpakan beribu siksaan maha dahsyat. Akhirnya merekapun menjadi miskin dan terhina sehingga mereka menjadi seorang yang minta-minta.
                Inilah gambaran dari kufur kepada nikmat ALLAH, yaitu kehinaan dan kemiskinan yang tak berkesudahan. Itulah gambaran siksaan allah kepada kaum Bani Israil yang tak pernah bersyukur dan melampaui batas.
                Adapun kaum Bani Israil saat ini, sebagai contoh remaja-remaja yang sering memakan makan-makanan sampah, seperti AW, MC, Hoka-Hoka Bento DLL yang berbau barat, padahal kita tahu itu adalah makanan junk yang artinya sampah, yang pasti gak ada untungnya buat tubuh kita, vitamin, kalsium, protein mana ada di makanan seperti itu. lantas kenapa kita masih saja terus membelinya? Padahal ALLAH telah memberikan makanan yang terbaik untuk kita, 5 sehat 6 sempurna, lengkap mengandung apa yang diperlukan tubuh. Sungguh sama kalau begitu kita dengan kaum Bani Israil, tidak pernah bersyukur dan merasa puas. Maka cepat-cepatlah bertaubat memohon ampun.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar