Jumat, 15 Maret 2013

Surga disediakan untuk orang-orang yang mau beriman


Makin hari, makin lama sistem kufur menjajah dunia. Kesengsaraan, kemiskinan, kebobrokan hingga kedzoliman tak pernah ada kata untuk berhenti. Dengan hukum yang di buatnya menjadikan yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin tersiksa. Mirisnya lagi, remajalah yang menjadi titik sasaran mereka. Padahal, bukannya remaja yang di harapkan menjadi pemimpin di masa depan? Penerus peradapan yang gemilang? Lantas bagaimana jika remajanya malah lebih suka bersenang-senang, bergaya ala korea, maunya makan-makanan barat, hingga sex bebas yang sudah tidak menjadi tabu di kalangan anak berumur belasan tahun.
                Mungkin sekarang sudah terlihat dampak dari segala perilaku bengis remaja saat ini. Mulai dari penyakit HIV AIDS yang hingga sekarang belum juga ditemukan obatnya, kasus aborsi yang terus berkelanjutan, pemerkosaan, narkoba, hingga kekerasan kepada wanita yang tak hunjung henti. Sesungguhnya inilah buah peringatan dari ALLAH SWT kepada orang-orang yang sering melanggar hukumnya.
                Namun, apakah dengan peringatan dari ALLAH ini mereka langsung bertaubat, menyesal dan tidak mau mengulanginya lagi? Tidak semudah itu. Mereka tetap saja membangkang perintah-perintah ALLAH, sudah hilang rasa takut mereka kepada azab ALLAH yang maha dahsyat itu.
                Fakta saat ini, dapat kita tengok di kehidupan masa nabi Musa jaman dahulu, yang mana di jelaskan pada tafsir surah al-baqoroh ayat 63 sampai 66 yang berbunyi:
øŒÎ)ur $tRõs{r& öNä3s)»sVÏB $uZ÷èsùuur ãNä3s%öqsù uqÜ9$# (#räè{ !$tB Nä3»oY÷s?#uä ;o§qà)Î/ (#rãä.øŒ$#ur $tB ÏmŠÏù öNä3ª=yès9 tbqà)­Gs? ÇÏÌÈ   §NèO OçGøŠ©9uqs? -ÆÏiB Ï÷èt/ y7Ï9ºsŒ ( Ÿwöqn=sù ã@ôÒsù «!$# öNä3øn=tã ¼çmçFyJômuur OçGYä3s9 z`ÏiB tûïÎŽÅ£»sƒø:$# ÇÏÍÈ   ôs)s9ur ãLäê÷HÍ>tã tûïÏ%©!$# (#÷rytFôã$# öNä3YÏB Îû ÏMö6¡¡9$# $oYù=à)sù öNßgs9 (#qçRqä. ¸oyŠtÏ% tûüϫš»yz ÇÏÎÈ   $yg»uZù=yèpgmú Wx»s3tR $yJÏj9 tû÷üt/ $pköytƒ $tBur $ygxÿù=yz ZpsàÏãöqtBur tûüÉ)­GßJù=Ïj9 ÇÏÏÈ  
63. dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa".
64. kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, Maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmatNya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.
65. dan Sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu[59], lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera[60] yang hina".
66. Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang Kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
Dari ayat-ayat ini ALLAH menjelaskan untuk “ingatlah perjanjian kita” kapada kaum Bani Israil yang hidup di masa Nabi Musa Alayhiwasallam. Perjanjian apa? Yaitu di jelaskan di surah al-baqoroh ayat 83-85 yang berbunyi:
øŒÎ)ur $tRõs{r& t,»sVÏB ûÓÍ_t/ Ÿ@ƒÏäÂuŽó Î) Ÿw tbrßç7÷ès? žwÎ) ©!$# Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $ZR$|¡ômÎ) ÏŒur 4n1öà)ø9$# 4yJ»tGuŠø9$#ur ÈûüÅ6»|¡uKø9$#ur (#qä9qè%ur Ĩ$¨Y=Ï9 $YZó¡ãm (#qßJŠÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qŸ2¨9$# §NèO óOçFøŠ©9uqs? žwÎ) WxŠÎ=s% öNà6ZÏiB OçFRr&ur šcqàÊ̍÷èB ÇÑÌÈ   øŒÎ)ur $tRõs{r& öNä3s)»sWÏB Ÿw tbqä3Ïÿó¡n@ öNä.uä!$tBÏŠ Ÿwur tbqã_̍øƒéB Nä3|¡àÿRr& `ÏiB öNä.̍»tƒÏŠ §NèO ÷Länötø%r& óOçFRr&ur tbrßuhô±n@ ÇÑÍÈ   §NèO öNçFRr& ÏäIwàs¯»yd šcqè=çGø)s? öNä3|¡àÿRr& tbqã_̍øƒéBur $Z)ƒÌsù Nä3ZÏiB `ÏiB öNÏd̍»tƒÏŠ tbrãyg»sàs? NÎgøŠn=tæ ÄNøOM}$$Î/ Èbºurôãèø9$#ur bÎ)ur öNä.qè?ù'tƒ 3t»yé& öNèdrß»xÿè? uqèdur îP§ptèC öNà6øn=tã öNßgã_#t÷zÎ) 4 tbqãYÏB÷sçGsùr& ÇÙ÷èt7Î/ É=»tGÅ3ø9$# šcrãàÿõ3s?ur <Ù÷èt7Î/ 4 $yJsù âä!#ty_ `tB ã@yèøÿtƒ šÏ9ºsŒ öNà6YÏB žwÎ) Ó÷Åz Îû Ío4quŠysø9$# $u÷R9$# ( tPöqtƒur ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# tbrŠtãƒ #n<Î) Ïdx©r& É>#xyèø9$# 3 $tBur ª!$# @@Ïÿ»tóÎ/ $£Jtã tbqè=yJ÷ès? ÇÑÎÈ  
83. dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
84. dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.
85. kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, Padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah Balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat[68].
                Lalu mereka berikrar dan bersaksi atas perjanjian ini. Dan saat itu juga ALLAH SWT mengangkat Bukit Tur di atas kepala mereka. Sudah kebayang bukan, jika bukit yang sebesar itu diangkat dan hendak di jatuhkan kepada kita, seram bukan? Nah, di sini juga tujuan ALLAH SWT mengangkat Bukit Tur itu, tidak lain untuk menakuti-nakuti mereka agar mereka beriman dan mengambil apa-apa yang telah ALLAH berikan, yaitu kitab taurat dengan sungguh-sungguh. Dengan begitu, mereka akan menjadi orang yang bertakwa.
                Akan tetapi selang beberapa hari mereka beriman, dan akhirnya mereka kembali kepada sifat aslinya, yaitu kembali membangkang, lalu mereka menentang untuk terikat dengan apa yang telah mereka terima, yaitu perjanjiannya dengan ALLAH. Namun ALLAH tetap dalam kasihnya yaitu memaafkan mereka, dan menerima taubatnya.
                Lalu di sini ALLAH kembali menegaskan bahwa siapa saja yang tidak mau beriman kepada aturanNYA, maka ALLAH akan menjadikan mereka kera yang hina! Maka sesungguhnya yang demikian itu kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang Kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
                Dari fakta-fakta ini dapat kita ambil garis besar bahwa kita hidup di dunia ini untuk beriman dengan cara mematuhi sluruh perintah dan larangan ALLAH SWT, jika kita nurut maka kita akan mendapatkan kenikmatan surga yang tiada tara. Sedangkan sebaliknya, apabila kita sering membangkang kepada perintah-perintah ALLAH seperti kaum bani israil atau remaja saat ini maka, sesungguhnya azab ALLAH selalu mengintai mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar