Makin hari, makin lama sistem kufur menjajah dunia.
Kesengsaraan, kemiskinan, kebobrokan hingga kedzoliman tak pernah ada kata
untuk berhenti. Dengan hukum yang di buatnya menjadikan yang kaya semakin kaya,
yang miskin semakin tersiksa. Mirisnya lagi, remajalah yang menjadi titik
sasaran mereka. Padahal, bukannya remaja yang di harapkan menjadi pemimpin di
masa depan? Penerus peradapan yang gemilang? Lantas bagaimana jika remajanya malah
lebih suka bersenang-senang, bergaya ala korea, maunya makan-makanan barat, hingga
sex bebas yang sudah tidak menjadi tabu di kalangan anak berumur belasan tahun.
Mungkin
sekarang sudah terlihat dampak dari segala perilaku bengis remaja saat ini.
Mulai dari penyakit HIV AIDS yang hingga sekarang belum juga ditemukan obatnya,
kasus aborsi yang terus berkelanjutan, pemerkosaan, narkoba, hingga kekerasan
kepada wanita yang tak hunjung henti. Sesungguhnya inilah buah peringatan dari
ALLAH SWT kepada orang-orang yang sering melanggar hukumnya.
Namun,
apakah dengan peringatan dari ALLAH ini mereka langsung bertaubat, menyesal dan
tidak mau mengulanginya lagi? Tidak semudah itu. Mereka tetap saja membangkang
perintah-perintah ALLAH, sudah hilang rasa takut mereka kepada azab ALLAH yang
maha dahsyat itu.
Fakta
saat ini, dapat kita tengok di kehidupan masa nabi Musa jaman dahulu, yang mana
di jelaskan pada tafsir surah al-baqoroh ayat 63 sampai 66 yang berbunyi:
øÎ)ur $tRõs{r& öNä3s)»sVÏB $uZ÷èsùuur ãNä3s%öqsù uqÜ9$# (#räè{ !$tB Nä3»oY÷s?#uä ;o§qà)Î/ (#rãä.ø$#ur $tB ÏmÏù öNä3ª=yès9 tbqà)Gs? ÇÏÌÈ §NèO OçGø©9uqs? -ÆÏiB Ï÷èt/ y7Ï9ºs ( wöqn=sù ã@ôÒsù «!$# öNä3øn=tã ¼çmçFyJômuur OçGYä3s9 z`ÏiB tûïÎÅ£»sø:$# ÇÏÍÈ ôs)s9ur ãLäê÷HÍ>tã tûïÏ%©!$# (#÷rytFôã$# öNä3YÏB Îû ÏMö6¡¡9$# $oYù=à)sù öNßgs9 (#qçRqä. ¸oytÏ% tûüϫš»yz ÇÏÎÈ $yg»uZù=yèpgmú Wx»s3tR $yJÏj9 tû÷üt/ $pköyt $tBur $ygxÿù=yz ZpsàÏãöqtBur tûüÉ)GßJù=Ïj9 ÇÏÏÈ
63. dan (ingatlah), ketika Kami
mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu
(seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan
kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa".
64.
kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, Maka kalau tidak ada
karunia Allah dan rahmatNya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.
65.
dan Sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada
hari Sabtu[59], lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera[60]
yang hina".
66.
Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan
bagi mereka yang datang Kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang
bertakwa.
Dari ayat-ayat ini ALLAH menjelaskan untuk “ingatlah
perjanjian kita” kapada kaum Bani Israil yang hidup di masa Nabi Musa
Alayhiwasallam. Perjanjian apa? Yaitu di jelaskan di surah al-baqoroh ayat
83-85 yang berbunyi:
øÎ)ur $tRõs{r& t,»sVÏB ûÓÍ_t/ @ÏäÂuó Î) w tbrßç7÷ès? wÎ) ©!$# Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $ZR$|¡ômÎ) Ïur 4n1öà)ø9$# 4yJ»tGuø9$#ur ÈûüÅ6»|¡uKø9$#ur (#qä9qè%ur Ĩ$¨Y=Ï9 $YZó¡ãm (#qßJÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4q2¨9$# §NèO óOçFø©9uqs? wÎ) WxÎ=s% öNà6ZÏiB OçFRr&ur cqàÊÌ÷èB ÇÑÌÈ øÎ)ur $tRõs{r& öNä3s)»sWÏB w tbqä3Ïÿó¡n@ öNä.uä!$tBÏ wur tbqã_ÌøéB Nä3|¡àÿRr& `ÏiB öNä.Ì»tÏ §NèO ÷Länötø%r& óOçFRr&ur tbrßuhô±n@ ÇÑÍÈ §NèO öNçFRr& ÏäIwàs¯»yd cqè=çGø)s? öNä3|¡àÿRr& tbqã_ÌøéBur $Z)Ìsù Nä3ZÏiB `ÏiB öNÏdÌ»tÏ tbrãyg»sàs? NÎgøn=tæ ÄNøOM}$$Î/ Èbºurôãèø9$#ur bÎ)ur öNä.qè?ù't 3t»yé& öNèdrß»xÿè? uqèdur îP§ptèC öNà6øn=tã öNßgã_#t÷zÎ) 4 tbqãYÏB÷sçGsùr& ÇÙ÷èt7Î/ É=»tGÅ3ø9$# crãàÿõ3s?ur <Ù÷èt7Î/ 4 $yJsù âä!#ty_ `tB ã@yèøÿt Ï9ºs öNà6YÏB wÎ) Ó÷Åz Îû Ío4quysø9$# $u÷R9$# ( tPöqtur ÏpyJ»uÉ)ø9$# tbrtã #n<Î) Ïdx©r& É>#xyèø9$# 3 $tBur ª!$# @@Ïÿ»tóÎ/ $£Jtã tbqè=yJ÷ès? ÇÑÎÈ
83. dan (ingatlah), ketika Kami
mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain
Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim,
dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia,
dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. kemudian kamu tidak memenuhi janji
itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
84.
dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan
menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu
(saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan
memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.
85.
kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir
segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap
mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu
sebagai tawanan, kamu tebus mereka, Padahal mengusir mereka itu (juga)
terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al kitab (Taurat) dan
ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah Balasan bagi orang yang berbuat
demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari
kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah
dari apa yang kamu perbuat[68].
Lalu mereka berikrar dan
bersaksi atas perjanjian ini. Dan saat itu juga ALLAH SWT mengangkat Bukit Tur
di atas kepala mereka. Sudah kebayang bukan, jika bukit yang sebesar itu
diangkat dan hendak di jatuhkan kepada kita, seram bukan? Nah, di sini juga
tujuan ALLAH SWT mengangkat Bukit Tur itu, tidak lain untuk menakuti-nakuti
mereka agar mereka beriman dan mengambil apa-apa yang telah ALLAH berikan,
yaitu kitab taurat dengan sungguh-sungguh. Dengan begitu, mereka akan menjadi
orang yang bertakwa.
Akan tetapi selang beberapa hari
mereka beriman, dan akhirnya mereka kembali kepada sifat aslinya, yaitu kembali
membangkang, lalu mereka menentang untuk terikat dengan apa yang telah mereka
terima, yaitu perjanjiannya dengan ALLAH. Namun ALLAH tetap dalam kasihnya
yaitu memaafkan mereka, dan menerima taubatnya.
Lalu di sini ALLAH kembali
menegaskan bahwa siapa saja yang tidak mau beriman kepada aturanNYA, maka ALLAH
akan menjadikan mereka kera yang hina! Maka sesungguhnya yang demikian itu kami
jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi
mereka yang datang Kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang
bertakwa.
Dari fakta-fakta ini dapat kita
ambil garis besar bahwa kita hidup di dunia ini untuk beriman dengan cara
mematuhi sluruh perintah dan larangan ALLAH SWT, jika kita nurut maka kita akan
mendapatkan kenikmatan surga yang tiada tara. Sedangkan sebaliknya, apabila
kita sering membangkang kepada perintah-perintah ALLAH seperti kaum bani israil
atau remaja saat ini maka, sesungguhnya azab ALLAH selalu mengintai mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar