Hari ini aku bosen banget dirumah, pengennya sih
tidur-tiduran aja, habis capek banget setelah tiga hari kemarin dari tanggal
22-24 aku dan teman-teman melaksanakan Ujian Nasional yang GOKIL SANGAT. SERU ABIZ.
Dan gak bakalan kita lupain seumur
hidup. Gimana tidak, baru kali ini aku ngerasain UN yang beda dari yang
biasanya, BEDA DARI YANG LAIN.
UN kali
ini AMAZING SANGAT, gini ceritanya.. aku
dan teman-teman melaksanakan UN dengan paket B (untuk SMP) kenapa pake paket? Jangan
salah.. kita bukan orang oon, kita bukan orang bodoh, tapi ini
karena kurikulum sekolah ku yang berbeda dari kurikulum biasanya. Sekolahku menggunakan
kurikulum islam yang sebenarnya gak ada yang namanya UN-UNan, namun agar kita
menyesuaikan dengan sekolah-sekolah lain, dan karena kritikan dari beberapa
ortu murid, jadilah kita ada UN. -. (menyebalkan) padahal banyak lho,
orang-orang yang bisa kuliah di luar negri tanpa harus UN.
Serius,
kita sangat takut, apalagi banyak pelajaran-pelajaran yang belum kita pelajari
dan mengerti. Betulan, kita stress. Parahnya, seminggu sebelum hari H,
kita baru latihan soal-soal buat UN, seminggu
tanpa istirahat, pagi-siang–sore-malam kita dicekoki jutaan soal-soal, dari berbagai buku (focus UN,
sukses UN, detik-detik UN, dan latihan-latihan lainnya) dari yang tebal hingga
yang tipis, hingga tidurpun ditemani dengan puluhan kerta-kertas latihan yang
selalu menghantui (baca:lebay) ingin tereak rasanya “kepala gw panas!!! Gw
stress!!” tapi, apa daya, sestres apapun kepala gw, UN ini gak bakalan bisa
ditunda. Gw hanya bisa berdo’a “ya
allah bantulah hamba” doa ini gak bakalan gw lupain disetiap sholat
lima waktu, tahajjud, dhuha, dan hajat lalu gw banyak-banyakin istigfar mohon
ampun.
Tanpa terasa,
besok sudah hari senin. AAAAA!!! Kita semakin ketakutan. Katanyasih kita besok UN b.indo dan PKN,
waduh, mana PKN belum belajar (secara gitu lho, disekolah kitakan gak ada
pelajaran PKN) aduh, bismillah…. Paginya, kita baru di bagiin nomer peserta,
nomer pesertaku kalau gak salah (04-002-017-8) angka2 yang bikin aku tambah
deg-degan. Oya, beruntung karena kita UNnya siang, paginya kita bisa belajar
sampai dzuhur.
Dan sekarang,
waktunya kita berangkat menuju cimahpar, karena katanya kita akan ikut UN di
situ, di SD cimahpar 3. Bismillah.. sesampainya ternyata ujian sudah di mulai, kita
telat! Akhirnya aku, fahma, zee, nasiha, dan salsa mencari kelas yang sesuai. Namun,
astagfirullah, baru kali ini aku ngeliat banyak cowok-cowok berkumis, alay,
juga cewk-cewek genit, dan ibu-ibu hamil, sedang ikut ujian juga. Dalam hati,
apa-apaan ini, masa UN bareng anak-anak kayak gini. Mana mereka rame minta
ampun, kayak di pasar, ada yang makan, ngerokok, dengerin music. Astagfirullah..
balum lagi waktu pengawasnya datang, dan tanpa rasa berdosa membagikan KJ (kunji
jawaban) kepada seluruh peserta ujian, shook banget. Kita yang sempat
ditawarin, dengan yakin kita mengatakan “TIDAK” karena sudah lama kita di Tanami
bahwa JUJUR MULIA NYONTEK HINA. Namun mereka,
yang hanya mengejar eksestensi, sangat senang menerima kunji jawaban itu.
akhirnya kelaspun SEMAKIN RAMAI.
Saat mengerjakan
soal demi soalpun, banyak sekali cobaan yang kita hadapi. Mulai dari candaan
mereka, hingga ejekan mereka kapada kita. Berkali-kali kita teriak berisik,
tapi gak ngefek sama sekali kepada mereka, hari pertama sungguh hari yang paling
menyebalkan, tapi Alhamdulillah soalnya mudah-mudah.
Hari keduapun
ternyata sama. Apalagi sekarang ujian MTK sama IPS. Aku berdo’a sangat2 supaya
aku bisa focus. Namun, anehnya para pengawasnyapun membiarkan, membiarkan
mereka bising lah, atau bahkan kerjasama bagaikan kerja kelompok, padahal
mereka sudah diberi KJ, ternyata tetap
saja.
Hari ketigapun
ternyata sama, sebelumnya kami sempat protes ke pengawasnya “bu, yang rame
suruh di luar saja! Mengganggu sangat!” akhirnya ibu-ibu pengawasnya pun
berkata “anak-anak! Jangan ramai! Kasihan yang mikir!”
Dari kisah
ini, aku mendapatkan banyaak sekali pelajaran. bahwa sekarang banyak sekali
orang-orang yang sangat jauh dari ALLAH,
yang sangat jauh dari hukum syara. Sudah tidak takut mereka dengan api neraka,
dengan azab allah, bahkan waktu itu kita belum selesai ngerjain soal MTK di
salahinnya karena sholat dulu, sammpai akhirnya aku sempat berfikir “bagaimana
caranya pengawas itu bisa mendapatkan kunci jawaban, padahal soalnya tiap orang
berbeda, serta setiap soal juga memiliki barkot” aneh tapi nyata. Astagfirullah, semoga allah
bisa memberikan petunjuk kepada orang-orang yang tersesat. AMIN.
Nb: do’ain ya.. supaya NEMnya membanggakan dan memuaskan
karena jerih payah sendiri J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar