Jumat, 12 April 2013

hari gini pakai demokrasi? basi!


    Kian hari, dunia mulai menampakan gemilangnya, cahayanya  telah menyilaukan mata-mata negara penjajah,  Gemuruh takbir semakin menggetarkan jiwa mereka, setiap langkah kaum muslimin seakan meretakan harapan –harapan yang telah mereka ukir, Kibaran ar-roya dan aliwahpun  mulai Nampak di berbagai pelosok dunia, yang  semakin membuat diri mereka menggigil ketakutan, bahkan kejang diselimuti sistem kapitalisme llaknatullah.
 Diantara ketakutan negara penjajah, seperti Amerika, Israel, Jerman, Spanyol, Belanda, ternyata mereka masih memiliki segelintir harapan untuk menghancurkan kekuatan kaum muslimin. Dibentuklah oleh mereka kebebasan-kebebasan dari sistem demokrasi yang mengatakan bahwa setiap diri manusia memiliki kebebasan, maka berhak ia melakukan segala sesuatu sesukanya, semaunya, sesenangnya, tanpa melirik halal atau  harom. Awal mulanya terbentuknya kebebasan ini adalah dari ketidak puasan terhadap agama, sehinnga mengambil jalan tengah, yaitu memisahkan agama dari kehidupan, agama hanyalah hal pribadi, paham ini sering disebut juga paham sekulerisme.
Virus kebebasan ini dimayoritaskan untuk para remaja kaum muslim, yang memang merekalah yang akan memegang peradapan nan gemilang. Namun, amat memilukan, virus ini ternyata berhasil menghancurkan kekuatan umat kaum muslim, banyak remaja-remaja yang terkecohkan bahkan tersesatkan oleh pemikiran ini, sehingga di tengah kebangkitan dunia islam, masih banyak remaja-remaja yang tenggelam dalam sistem demokrasi.
                Sehingga, coba kita lihat remaja-remaja atau mungkin teman atau sahabat kita. Apa yang saat ini sedang mereka lakukan? Apakah sedang pergi kepengajian, menghafal qur’an, sholat atau zakat? Jauh dari itu semua, hidup mereka telah disibukkan oleh berbagai materi kebebasan, sehingga banyak remaja-remaja yang pacaran, bergaul dengan yang bukan mahrom, ciuman, hingga aborsi yang sudah tidak tabu di kalangan mereka. Tidak jauh dengan kasus ini, banyak juga remaja-remaja yang sering ke diskotik, berjoget ria, sambil menelan minuman-minuman haram. Apakah ini dosa? Tidak bagi mereka, gimana tidak, ini hak setiap orang, orang lain di larang mengatur, disini juga terdapat kebebasan berpendapat, bahwa mereka berhak berkata apa saja, sesuai yang mereka inginkan.
                Namun, apakah dengan ini hidup mereka sejahtera? Bahagia? Tidak sama sekali. Mereka bahkan di landa kestresan, stres karena hamil, cowoknya ninggalin, stres gara-gara pakai narkoba jadi tabrakan, sters karena pacarnya minta putus, atau bahkan stres karena gak tau duitnya untuk beli apa lagi, sangking banyaknya. Sehingga apa yang terjadi? Karena sudah puas dengan hartanya, sehingga mencari kepuasan lain yaitu, bunuh diri.
                Apakah itu yang dinamakan bahagia? Oleh karena itu terbukti bahwa sistem demokrasi yang katanya kedaulatan dan kekuasaan ada di tangan manusia, nyatanya tidak dapat mensejahterakan manusia itu sendiri, sehingga hanya hukum allah sajalah yang layak digunakan dan diterapkan di muka bumi ini, sehingga yakinlah butiran-butiran kegemilangan itu akan muncul kembali, membentuk sebuah peradapan gemilang, peradapan islam, dan harap-harap itu, ada di tangan kita, mari berjuang bersama.  allahuakbar!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar