Kian hari, dunia mulai menampakan
gemilangnya, cahayanya telah menyilaukan
mata-mata negara penjajah, Gemuruh takbir
semakin menggetarkan jiwa mereka, setiap langkah kaum muslimin seakan meretakan
harapan –harapan yang telah mereka ukir, Kibaran ar-roya dan aliwahpun mulai Nampak di berbagai pelosok dunia, yang semakin membuat diri mereka menggigil
ketakutan, bahkan kejang diselimuti sistem kapitalisme llaknatullah.
Diantara
ketakutan negara penjajah, seperti Amerika, Israel, Jerman, Spanyol, Belanda,
ternyata mereka masih memiliki segelintir harapan untuk menghancurkan kekuatan
kaum muslimin. Dibentuklah oleh mereka kebebasan-kebebasan dari sistem
demokrasi yang mengatakan bahwa setiap diri manusia memiliki kebebasan, maka
berhak ia melakukan segala sesuatu sesukanya, semaunya, sesenangnya, tanpa melirik
halal atau harom. Awal mulanya terbentuknya
kebebasan ini adalah dari ketidak puasan terhadap agama, sehinnga mengambil
jalan tengah, yaitu memisahkan agama dari kehidupan, agama hanyalah hal pribadi,
paham ini sering disebut juga paham sekulerisme.
Virus kebebasan ini
dimayoritaskan untuk para remaja kaum muslim, yang memang merekalah yang akan
memegang peradapan nan gemilang. Namun, amat memilukan, virus ini ternyata
berhasil menghancurkan kekuatan umat kaum muslim, banyak remaja-remaja yang
terkecohkan bahkan tersesatkan oleh pemikiran ini, sehingga di tengah
kebangkitan dunia islam, masih banyak remaja-remaja yang tenggelam dalam sistem
demokrasi.
Sehingga,
coba kita lihat remaja-remaja atau mungkin teman atau sahabat kita. Apa yang
saat ini sedang mereka lakukan? Apakah sedang pergi kepengajian, menghafal qur’an,
sholat atau zakat? Jauh dari itu semua, hidup mereka telah disibukkan oleh
berbagai materi kebebasan, sehingga banyak remaja-remaja yang pacaran, bergaul
dengan yang bukan mahrom, ciuman, hingga aborsi yang sudah tidak tabu di
kalangan mereka. Tidak jauh dengan kasus ini, banyak juga remaja-remaja yang
sering ke diskotik, berjoget ria, sambil menelan minuman-minuman haram. Apakah ini
dosa? Tidak bagi mereka, gimana tidak, ini hak setiap orang, orang lain di
larang mengatur, disini juga terdapat kebebasan berpendapat, bahwa mereka
berhak berkata apa saja, sesuai yang mereka inginkan.
Namun,
apakah dengan ini hidup mereka sejahtera? Bahagia? Tidak sama sekali. Mereka bahkan
di landa kestresan, stres karena hamil, cowoknya ninggalin, stres gara-gara
pakai narkoba jadi tabrakan, sters karena pacarnya minta putus, atau bahkan stres
karena gak tau duitnya untuk beli apa lagi, sangking banyaknya. Sehingga apa
yang terjadi? Karena sudah puas dengan hartanya, sehingga mencari kepuasan lain
yaitu, bunuh diri.
Apakah
itu yang dinamakan bahagia? Oleh karena itu terbukti bahwa sistem demokrasi yang
katanya kedaulatan dan kekuasaan ada di tangan manusia, nyatanya tidak dapat
mensejahterakan manusia itu sendiri, sehingga hanya hukum allah sajalah yang
layak digunakan dan diterapkan di muka bumi ini, sehingga yakinlah
butiran-butiran kegemilangan itu akan muncul kembali, membentuk sebuah
peradapan gemilang, peradapan islam, dan harap-harap itu, ada di tangan kita,
mari berjuang bersama. allahuakbar!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar